Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Cerpen: Ngidam

Gambar
Tejo tak habis pikir, kenapa istrinya semakin hari semakin aneh saja. Dengan alasan ngidam, semua permintaannya tidak boleh ditolak. Selama ini semua permintaan Marni, istrinya, tak pernah terlewat. Selalu sukses dia lakukan. Tapi permintaan hari ini, sungguh diluar dugaan Tejo. Dia berusaha mencari cara agar Marni mengubah keinginannya itu. "Sayang, kalau mangganya beli di pasar aja gimana. Kan sama aja, Sayang," rayu Tejo mendayu-dayu agar Marni merubah keinginannya. "Gak bisa, Kang. Rasanya beda. Pokoknya aku mau mangga dari kebun Pak dhe Sapto. Dan harus Kang Tejo yang metik  sendiri, gak boleh orang lain. Titik. Kalau kang Tejo gak mau ambilkan buat aku, aku mogok makan sampai Kang Tejo bawain aku mangga dari kebunnya pak dhe Sapto," ancam Marni tanpa toleransi. Tejo tak berkutik mendengar ancaman istri kesayangannya itu. Kalau tidak ingat perjuangannya mendapatkan cinta Marni, bunga desa yang dipuja dan diperebutkan oleh hampir seluruh pemuda di desa