Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

SAHABAT KIKAN

Gambar
SAHABAT KIKAN Bocah manis berkulit agak gelap, berlari kecil menyusuri jalan setapak menuju hutan kecil di ujung desa. Sesekali dia melompat, dan berputar diiringi lagu yang dia nyanyikan. Rambut panjangnya diikat dua menyerupai tanduk dengan pita berwarna merah dan putih. Di tangannya terlihat ada boneka beruang yang sudah lusuh nyaris tak kelihatan warna aslinya. Gadis kecil yang beranjak remaja itu berbelok dan memasuki hutan kecil yang sangat teduh. Pohon-pohon yang besar dan rimbun daunnya membuat suasana terasa sejuk di dalamnya. Gadis kecil yang manis itu membentangkan kedua tangannya. Dia menghirup udara yang segar dengan senyum mengembang dan mata terpejam. "Sedang apa, Dik?" tanya seorang lelaki yang entah dari mana datangnya.   Sedikit terkejut si gadis kecil itu, dia memandang lelaki misterius yang sudah berdiri tak jauh darinya. Dia tersenyum lebar. "Aku sedang menunggu  temanku," jawab si gadis dengan polos. "Teman? Ak

Hindari 7 Minuman Pemicu Kanker

Gambar
Hindari 7 Minuman Pemicu kanker! Hai Smart Ladies, seperti kita ketahui kanker adalah salah satu penyakit yang masih sulit diobati. Bukan juga mustahil untuk sembuh dari penyakit ini, tetapi kesembuhan dari kanker memakan waktu dan biaya yang tak sedikit. Kali ini kita akan membahas tentang minuman pemicu kanker. Kalau makanan penyebab kanker, Smart Ladies pasti sudah banyak yang tahu. Apa saja minuman pemicu kanker? Dilansir dari Oddity Central, pusat penelitian di bidang kesehatan, menyatakan bahwa ada beberapa minuman yang bisa menyebabkan kanker bila kita tak berhati-hati mengonsumsinya. Di antaranya adalah : 1.      Air Keran Pipa yang digunakan untuk menyalurkan air keran ke rumah-rumah dalam waktu tertentu bisa berkarat dan kotor. Selain itu, air juga mengandung klorin yang digunakan untuk membunuh bakteri dan kuman berbahaya. Selain klorin, juga digunakan Dibutil Ftalat (DBP) yang 1000x lebih berbahaya dari klorin. 2.      Air Kemasan Yang menjadi masa

SUASANA BARU

Gambar
SUASANA BARU Steven mengambil minuman dari dalam kulkas. Dia meneguknya beberapa kali. Kerongkongannya terasa segar setelah tersiram air mineral dingin. Dia ingin beristirahat sejenak, tubuhnya sangat lelah. Pekerjaan yang baru saja dilakukannya memang menguras banyak tenaga. Dia merebahkan tubuhnya di sofa. Nyaman sekali ketika punggungnya menyentuh sofa yang empuk. Dalam sekejap dia sudah terlelap. Entah berapa lama dia tertidur. Steven terbangun ketika terdengar suara gaduh di luar rumah. Tetangganya terdengar berteriak histeris. Steven tersenyum mendengarnya. Dia tahu persis kenapa tetangganya panik dan berteriak ketakutan. Steven tetap tenang di dalam rumahnya. Dia beranjak dari sofa, melihat dari jendelanya. Tetangga depan rumahnya terdengar masih menangis histeris. Suasana pagi yang tenang berubah menjadi penuh drama. Steven memutuskan tidak keluar rumah hari ini. Tubuhnya masih terasa penat. Pekerjaan tadi malam memang sangat melelahkan. Dia sempat bergumul da

RIANTI

Gambar
RIANTI Rianti memeluk jenazah buah hatinya. Dia berjalan perlahan menyusuri koridor rumah sakit. Banyak mata menatapnya iba, tapi dia tak peduli. Dia hanya ingin membawa pulang jasad putra tunggalnya ke rumah. Kemudian mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhirnya dengan layak. “Rianti ...,” Panggil seseorang yang sangat dikenalnya. Rianti menghentikan langkahnya, menoleh ke arah suara itu. Berusaha tersenyum walau kaku. Setengah berlari, lelaki itu menghampirinya. “Sini, biar aku yang gendong Zaid,” katanya seraya mengulurkan tangannya hendak meraih jasad Zaid dari gendongan ibunya. “Tidak, Mas Pras terima kasih. Biar aku saja. Biarkan aku menikmati detik-detik terakhir menggendong anakku, sebelum aku mengantarkannya ke rumah terakhirnya besok,” kata Rianti sambil mencegah tangan Prasetyo meraih tubuh Zaid dari gendongannya. Prasetyo mengalah, dia tak ingin membuat Rianti bertambah sedih. Kehilangan buah hatinya pasti membuatnya terpukul. Apalagi

DENDAM KESUMAT

Gambar
DENDAM KESUMAT “Mur, antarkan aku ke rumah Mbah Kreo. Nanti aku kasih bonus tapi jangan sampai ada orang tahu, ya!” kata Tamen sambil menyodorkan uang lima puluh ribuan pada Murni. Murni menerima bonus itu dengan senyum lebar. “Siap, Yu! Tenang saja rahasiamu aman sama aku,” Murni meyakinkan Tamen. Murni memang sahabatnya yang paling setia. Selalu bisa menjaga rahasianya *** "Siapa nama kamu, Nduk?” tanya Mbah Kreo. “Tamen, Mbah,” jawab Tamen sedikit ngeri dengan penampilan Mbah Kreo. “ Wetonmu ?” Tanyanya lagi. “Minggu Wage, Mbah,” berkata Tamen sambil menahan rasa takutnya. Dia merasakan bulu kuduknya meremang. Mbah Kreo mengangguk-angguk seraya mengusap-usap jenggotnya yang panjang dan putih. Matanya menatap tajam pada Tamen. Dilihatnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. “Kamu sudah tahu syaratnya, kan? Syaratnya gak boleh ditolak ataupun dilanggar. Kalau melanggar kamu sendiri yang menanggung akibatnya. Ingat itu!” kata Mbah Kreo tegas. “