Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

TETANGGAKU

Gambar
TETANGGAKU Cindy memeluk buku yang baru saja dibeli di toko buku langganannya. Buku dari penulis favoritnya. Putra Bintang penulis idola Cindy yang bukunya sela lu dinantikan oleh jutaan penggemar di Indonesia. Putra Bintang adalah penulis kisah remaja masa kini. Semua tulisannya berkisah tentang kehidupan remaja. Kehidupan yang penuh warna warni cerita yang selalu menarik untuk dituliskan. Tak seperti kebanyakan penulis, Putra Bintang menulis dengan bahasa yang sangat dimengerti oleh para remaja ABG penggemarnya. Bahasanya yang sederhana dan polos, khas remaja. Tak ada kesan menggurui ataupun menghakimi di setiap tulisannya. Itulah salah satu alasan kenapa bukunya selalu ditunggu oleh penggemar. [Fa, aku udah dapat bukunya Putra Bintang] Cindy mengirim pesan pada Ifa sobat kentalnya. [ciyussss?????] Ifa membalas. Cindy mengirim foto buku terbaru Putra Bintang, tentunya dengan foto dirinya juga yang sedang tersenyum sambil memegang buku barunya. [OMG] emot menganga ke

KASIH YANG HILANG

Gambar
Kasih tersadar dari pingsannya setelah beberapa hari dia terbaring di rumah sakit. Hal terakhir yang dia ingat sedang menyeberang jalan. Tiba-tiba ada mobil yang menabrak tubuhnya hingga terpental. Kasih sudah lima hari tak sadarkan diri. Lukanya cukup serius. Beruntung ketika kecelakaan itu terjadi, Kasih sedang sendiri. Dia sempat menitipkan nenek yang dirawatnya pada teman sebelum dia pergi. “Kasih, dokter mengatakan kalau ...,” Nyonya Huang tak sanggup meneruskan kalimatnya. “Apa kata dokter, Nyonya?” tanya Kasih gusar. “Dokter mengatakan ... kemungkinan besar kamu akan mengalami kelumpuhan,” kata Tuan Huang.  Walau sebenarnya dia tak tega mengatakan.  “Tetapi, dokter akan mengusahakan kesembuhan dengan cara lain,” lanjut Tuan Huang berusaha menghibur kasih.  Hilang sudah semua mimpi dan cita-cita Kasih. Pulang dengan membawa kesuksesan agar keluarga dan anak-anaknya bangga padanya. Semua angan dan impiannya harus pupus di tengah perjuangannya. Mau tidak mau dia harus pulang. Si

CINTA MEY LING

Gambar
Mey Ling memperhatikan mobil orang-orang Belanda itu. Rasanya nyaman sekali duduk di dalamnya. Tak kepanasan, tak kehujanan juga tak terkena debu jalanan. Sedang asyik mey Ling memperhatikan, tiba-tiba namanya dipanggil. "Mey ... Mey Ling." Suara pemuda yang sudah dikenalnya. Mey Ling tak berani menjawab apalagi membalikkan badannya. Dia hanya menunduk sambil terus berjalan. "Mey, apa kabar? Kamu ndak jawab aku to Mey?" tanya pemuda itu gusar. Mey Ling semakin menundukkan wajahnya. Dia tak mau pemuda itu melihat pipinya merona.  Tiba-tiba tubuhnya berdiri di depan Mey Ling. Hampir saja Mey Ling jatuh. Namun dengan sigap tangan pemuda tampan itu menangkap tubuh Mey Ling. Mereka berpelukan hingga menjadi tontonan orang yang lalu lalang. Pertigaan Pakualaman sangat ramai karena banyak andong yang mangkal di sana.  Mey cepat-cepat menepis tangan si pemuda.  Mey Ling menatap pemuda asli jawa dengan wajahnya yang manis itu. Kemudian dia menunduk, tak mau lelaki tampan

SEPENGGAL KISAH TENTANG KITA

Gambar
SEPENGGAL KISAH TENTANG KITA Hari masih sore ketika Arga sampai di terminal bis Kota Blitar. Tinggal sekali lagi naik bis atau angkot dia bisa sampai ke rumahnya. ‘Sudah banyak berubah,’ katanya dalam hati. Banyak tempat yang dilewati angkot menuju desanya, tapi Arga sudah tak ingat lagi.   Ketika dia melewati sebuah rumah sakit yang kelihatan masih baru bangunannya, dia sempat terheran-heran. “Baru toh, Pak rumah sakitnya?” tanya Arga pada sopir angkot. “Lumayan, Mas,” jawab pak sopir singkat tanpa menoleh pada Arga. “Udah berapa lama, Pak?” tanya Arga penasaran. “Kira-kira empat tahunan,” jawabnya, kali ini dia menoleh sekilas melihat Arga. “Baru pulang dari rantau toh Mas?” kali ini si sopir yang bertanya. “Iya Pak,” Arga menjawab sambil menganggukkan kepalanya. Arga tak ingat kapan terakhir dia ada di kota kelahirannya. Namun, dia tak pernah lupa apa yang membuatnya pergi dari kota ini. *** [Mas Arga, cepat pulang Mas. Penting!] Pesan di WA dari Arti