CINTA YANG TERLUKA



Cinta yang Terluka

By: Weedee
                 
Rani menatap dingin pada tubuh yang telah terbujur kaku di depannya. Pisau di tangannya masih dia genggam dengan erat. Selesai sudah, lelah ini akhirnya berakhir ...

Dipo Surya, cowok idola di kampus Universitas Panca Guna memang selalu bisa menawan hati siapa saja. Terutama kaum hawa dari berbagai kalangan usia. Entah anak SMU, mahasiswi sampai tante-tante kesepian berkantong tebal.

Namun, hari ini seorang gadis yang putus asa telah mengakhiri petualangan cowok berpostur tinggi dengan kulit bersih dan senyum yang berhiaskan lesung pipi itu. Rani masih tak percaya dengan penglihatannya, cowok yang sangat dikenalnya itu ada di kamar tidur Mamanya. Terbaring tanpa busana, di atas ranjang besar dan mewah berhiaskan ukiran asli Jepara berwarna keemasan.

Sementara dari kamar mandi terdengar suara Nyonya Bekti-Mamanya Rani-sedang bersandung dengan bahagia. Sejak kedua orang tuanya berpisah beberapa tahun yang lalu, Rani tidak pernah mendengar Mamanya bernyanyi seperti ini. Hari ini semua terjawab mengapa beberapa minggu terakhir Mama selalu sibuk dan sering menginap di rumah peristirahatan mereka di Kaliurang. Ini ternyata sebabnya.

Seketika luruh semua rasa pada kedua orang yang sangat dekat dengannya itu.

Perlahan dia berjalan keluar kamar, menuju tempat dimana ada benda yang dia cari. Sesaat kemudian dia kembali masuk kamar Mamanya. Mendekati tubuh seksi cowok yang pernah membawanya merasakan surga dunia yang seharusnya belum boleh dia nikmati. Perlahan dia sentuh wajahnya yang tampan dan menggemaskan ... dan ...

“Aaarrgghhh ....” Terdengar erangan sesaat dari bibirnya yang pernah mengulum dengan penuh nafsu bibir Rani.
Tidak ada perlawanan berarti dari lelaki yang sudah membuat banyak gadis bertekuk lutut tanpa syarat itu. Mungkin karena kelelahan semalaman melayani seorang perempuan berumur yang sangat kesepian sejak bercerai dari suaminya. Perempuan yang sudah melahirkan Rani, gadis polos yang sudah dibodohi dengan satu kata cinta saja.


Baru Rani menyadari, mobil mewah yang dulu Mama beli ternyata sengaja disiapkan untuk kekasih yang lebih pantas menjadi menantunya. Liburan mewah yang selalu ada di agenda perjalanan Dipo, ternyata juga dibiayai dari uang yang seharusnya menjadi hak Rani. Gigi gadis cantik dengan hidung mancung hasil operasi plastik di Korea itu bergeletuk menahan emosi. Mama selalu marah bila dia boros, dan memangkas uang bulanan Rani tanpa ampun. Kini, dia tahu kenapa Mama harus mengurangi uang saku bulanannya, karena gaya hidup Dipo Surya sangat tidak murah.

Tiba-tiba dia jijik ketika mengingat apa yang telah mereka lakukan. Di kamar ini, bahkan tanpa sengaja mata Rani melihat setumpuk alat kontrasepsi di atas nakas dekat meja rias mewah milik Mamanya. Belum lagi tampak alat kontrasepsi yang sudah terpakai berserak di dalam keranjang sampah di sebelah kanan meja kecil dekat pintu. Mual seketika perut Rani, benar-benar tidak menyangka, calon nenek dari anaknya, entah sudah berapa kali bercinta dengan cowok yang sangat dia banggakan selama ini.    



Perlahan tapi pasti, pisau ditangan Rani menghunjam tepat di tengah dada bidang yang pernah menjadi sandaran tubuh mungilnya. Darah mulai mengalir deras dari luka yang tercipta karena tusukan pisau dapur yang perlahan semakin dalam tertancap di dada cowok yang pernah sangat dia cintai itu..

Pencarian gadis yang tengah mengandung anak di luar nikah itu akhirnya berakhir. Namun, dia tidak pernah menyangka orang yang sedang dicarinya ada di kamar tidur Mamanya yang berjarak tidak lebih dari lima meter dari kamar tidurnya. Dia tidak pernah menduga ‘tamu’ yang selama ini Mamanya rahasiakan adalah ayah dari janin yang sedang dikandungnya dan yang lebih menyakitkan adalah ternyata Mamanya salah satu pelanggan tetap mahasiswa yang sarat prestasi di kampusnya itu.

Darah segar masih menetes di ujung pisau dapur yang dia cabut dari dada mantan ‘kekasihnya’ yang sudah tidak menunjukkan tanda kehidupan lagi. Gadis yang belum genap berusia dua puluh tahun itu berdiri di depan pintu kamar mandi.. Berdiri dengan pisau terhunus yang siap dia tikamkan.  Menunggu seseorang keluar dari sana. Seseorang yang sudah memporak porandakan hidup dan mimpinya ...  

Weedee
Hengchun
2942019

Komentar

  1. Syarat prestasi atau sarat prestasi ya mbak?

    BalasHapus
  2. Iiiih syerem pake banget mbak.. Saya jd deg2an

    BalasHapus
  3. Wooww 😍 kereeeen, haduuh Lahir di penjara deh itu calon baby

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Witness

The New Comer

KASIH YANG HILANG