Ghibah Online

 Ghibah Online

 

Semakin maju peradaban manusia, makin canggih fasilitas yang diciptakan untuk mempermudah menjalani kehidupan sehari-hari. Saat ini hal paling mudah sampai paling rumit semua bisa diselesaikan dengan kecanggihan teknilogi.

 

Fasilitas canggih untuk menunjang kemudahan dan kenyamanan menjalani kehidupan sehari-hari tentu sudah bukan sesuatu yang mengherankan lagi. Misalnya internet dan alat komunikasi seperti telepon selular. Terciptanya teknologi ini membuat dunia menjadi sangat terbuka. Tidak ada yang bisa disembunyikan dari mata publik. Bahkan, privasi menjadi hal yang sangat mahal bagi beberapa orang.

 

Memasuki era keterbukaan dan transparansi dalam setiap lini kehidupan, membuat semua menjadi sangat vulgar. Tidak jarang kita temui hal pribadi terpampang jelas di media sosial yang sifatnya publik. Hal kecil bisa menjadi masalah besar dengan mudahnya. Bahkan, hal besar menjadi sangat tidak berarti tergantung bagaimana para pelaku mengalihkan perhatian pada masalah penting tersebut.

 

Bahkan, muncul istilah ‘Ghibah Online’. Kegiatan menggosip yang dilakukan oleh kelompok atau komunitas dari suatu grup di jejaring sosial. Ada saja yang menjadi bahan untuk diperbincangkan. Dari masalah suami, anak-anak, sampai hal yang tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan mereka.

 

Membicarakan kekurangan dan keburukan orang lain memang hal yang mengasyikan. Tanpa sadar kita sudah mengghibah teman atau saudara sendiri. Kegiatan para perempuan yang stay at home bukan berarti mereka tidak berkomunikasi. Dengan ponsel canggih, mereka tetap bisa bergosip ria tanpa mengenal waktu. Menjadikan suatu komunitas untuk ajang gosip sudah bukan hal yang aneh lagi.

 

Bergosip seakan bertambah mengasyikkan karena semua informasi bisa langsung tersebar pada seluruh anggota komunitas. Menjadikan semua bahan gosip cepat tersebar. Satu berita yang terpampang di internet atau dari sumber berita langsung, bila sudah diposting di medai sosial akan meluncur bagai bola salju. Dia akan menggelinding kemana pun dan tentunya akan semakin besar tanpa ada yang mampu mencegahnya.

 

Beberapa pihak mungkin akan diuntungkan dengan ghibah online ini, tetapi pasti ada yang dirugikan. Entah dirugikan secara materi maupun inmateri. Walau sudah ada UU yang melindungi tentang hal yang merugikan hak manusia secara hukum. Namun, penerpannya belum bisa memuaskan semua pihak.

 

Banyak komunitas yang akhirnya hanya menjadi ajang bergosip ria atau ghibah karena tujuannya tidak jelas. Hanya sekadar mengumpulkan massa agar dikenal sebagai pendiri atau founder dari satu komunitas. Grup-grup seperti ini menjamur di mana-mana. Awalnya semangat dengan masuk berbagai komunitas, tetapi setelah berjalan ternyata banyak komunitas hanya menjadi ajang bergosip dan ghibah secara online.

 

Diskusi dengan bergosip terkadang tidak bisa dibedakan. Ada yang mengatakan hanya berdiskusi tentang masalah yang menimpa teman atau kerabat. Namun, tetap saja ujung-ujungnya mengumbar aib dan hal-hal privasi yang seharusnya tidak diungkap di publik.

 

Peringatan buat para emak dan ibu, jangan asal masuk komunitas. Kalau hanya untuk bergosip rasanya sayang menghabiskan kuota internet. Lebih baik buat sekolah daring anak-anak biar tidak mubazir dan berbuat dosa. Ghibah online ini efeknya bisa lebih parah dari ghibah ofline. Karena jangkauannya lebih luas dan lebih banyak. Juga untuk para emak, hati-hati dengan berita yang beredar. Croscek semua berita yang datang jangan ditelan mentah-mentah karena bila itu salah bisa menjadi fitnah atau bisa jadi  boomerang bagi diri sendiri juga orang lain.

 

 

Weedee_Taipei_2682020  



 


 

 

  

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Witness

The New Comer

KASIH YANG HILANG